Tinjau Irigasi Perpompaan, BRMP Maluku Pastikan Bantuan Air Tepat Sasaran di Maluku Tenggara
Tim BRMP Maluku yang dipimpin Kapoksi Program dan Pengujian Novendra Cahyo Nugroho, bersama tim melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) di Kabupaten Maluku Tenggara. Kegiatan tersebut didampingi oleh Katimker Maluku Tenggara CH. L. Patrisius Farneubun serta PPL. Peninjauan dilakukan untuk memastikan bantuan Irpom telah terpasang dengan baik dan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui ketersediaan air yang berkelanjutan.
Lokasi pertama yang dikunjungi berada di Kelompok Tani Fatnim, Desa Letman, Kecamatan Kei Kecil. Di lokasi ini tim berdialog langsung dengan para petani, di antaranya Suharso, Yusuf, dan Abdul Rahman. Sumur bor dengan kedalaman sekitar 25 meter tersebut direncanakan melayani lahan seluas kurang lebih 5 hektare yang saat ini ditanami umbi-umbian, kubis, dan jagung manis. Sebanyak 21 anggota kelompok tani akan memanfaatkan bantuan Irpom untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, sehingga diharapkan intensitas tanam dan produktivitas lahan dapat terus meningkat.
Selanjutnya, tim meninjau Kelompok Tani Mandiri Sejahtera di Desa Lairngangas, Kecamatan Manyeuw. Sumur bor yang dibangun memiliki kedalaman sekitar 29–30 meter dan direncanakan mengairi lahan pertanian seluas 5 hektare yang dimanfaatkan oleh 14 petani, termasuk dari desa sekitar. Ketua Kelompok Tani Mandiri Sejahtera, Remigius Rejaan, menjelaskan bahwa komoditas yang pernah dikembangkan antara lain jagung dan cabai. Namun, budidaya cabai sempat dihentikan akibat serangan antraknosa dengan tingkat kerusakan mencapai 60–80 persen, sehingga petani beralih ke komoditas lain yang lebih sesuai dengan kondisi setempat.
Sebelum memperoleh bantuan Irpom, petani di wilayah tersebut sangat bergantung pada pasokan air yang dibeli dari Kota Langgur dengan biaya mencapai Rp140.000 per tangki, sehingga banyak lahan tidak dapat diusahakan secara optimal. Kehadiran bantuan Irpom menjadi harapan baru bagi petani untuk selanjutnya dapat mengembangkan padi gogo dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan air dari luar, menekan biaya produksi, serta meningkatkan indeks pertanaman. Melalui kegiatan monitoring ini, BRMP Maluku menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendorong terwujudnya pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan di Maluku Tenggara.
https://web.facebook.com/share/p/1bhqjhdzRB/